BerandaHukumAniaya Anggotanya, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area di Laporkan ke Polda...

Aniaya Anggotanya, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area di Laporkan ke Polda Sumut !!

Author

Date

Category

Medan, (Triknews.co) – Pada hari Minggu, tanggal 14 Januari 2024, warga Medan dikejutkan oleh laporan yang datang dari Ferizal Manday. Warga asli Bromo ini melaporkan salah satu pemimpinnya, Rahmadsyah Putra T Alias Joko Bibir, ke Polda Sumatera Utara. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 17 Januari 2024.

Dalam laporannya yang berisikan nomor STTLP/B/65/I/2024/SPJT/POLDA SUMUT, Ferizal mengungkapkan bahwa dirinya begitu kaget dengan peristiwa yang menimpanya. Pasalnya, Joko Bibir yang merupakan Ketua di salah satu Organisasi Kemasyarakatan (OKP) di daerahnya, adalah atasan langsungnya sebagai Ketua PAC.

“Minggu pada hari Minggu, saya mendapat telepon dari Sekjen Dony. Saya pikir panggilan itu untuk menghadiri rapat koordinasi seperti biasanya. Namun, saat saya sampai di kantor, saya langsung dipanggil masuk ke ruangan Joko Bibir dan pintu ruangan itu dikunci. Tanpa basa-basi, Joko Bibir langsung memukuli saya secara membabi buta”, cerita Ferizal.

Akibat pukulan tersebut, pengelihatan Ferizal menjadi hitam dan malam harinya kepala ia mulai sakit dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri. “Setelah saya sadar, saya sudah berada di rumah sakit Mitra Sejati”, lanjut Ferizal.

Istri Ferizal, Ai Kandaw, juga membenarkan pengakuan suaminya. “Saya melihat tiba-tiba suami saya terjatuh. Saya panik dan khawatir, akhirnya saya membawa Ferizal ke Rumah Sakit Sejati”, jelas Ai Kandaw.

Namun, karena Ferizal masuk ke rumah sakit sebagai korban pemukulan, biaya pengobatannya tidak dicover oleh BPJS. “Karena kami tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan, saya memindahkan suami saya ke RS Muhammadiyah Mandala”, ungkap Ai.

Feri juga menambahkan bahwa dirinya terpaksa harus berada di rumah sakit selama 4 hari. Namun hingga saat ini, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan belum diberikan kepadanya secara detail karena belum di scanning.

Indika Radian, salah satu Ketua Ranting di Kecamatan Medan Area, yang menjadi saksi peristiwa tersebut juga turut memberikan kesaksian. Ia mengatakan bahwa perbuatan oknum Ketua PAC tersebut sangat tidak berprikemanusiaan.

“Saat itu, bukan hanya Feri yang dipukul, tapi saya juga menjadi korban pemukulan Joko Bibir. Kami tidak tahu apa kesalahan yang kami buat sehingga kami dituduh melakukan pengkhianatan”, cerita Indika.

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Ketua PAC tersebut mendapat kecaman keras dari masyarakat dan aparat hukum. Kekerasan yang dilancarkan terhadap anggotanya sendiri dinilai tidak memiliki rasa kemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia.

Banyak pihak yang menduga bahwa pemukulan ini berkaitan dengan isu politik di daerah tersebut. Namun, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan.

Meski demikian, Aparat Kepolisian telah menerima laporan.”Paling lama dua minggu, saudara Ferizal akan dihubungi kembali oleh Penyidik Polda Sumut. Mohon ditunggu panggilan dari Juru periksa Polda Sumut”, ujar salah satu petugas SPKT Polda Sumut

Tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Joko Bibir terhadap Ferizal dan Indika serta dugaan adanya motif politik di balik peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan bagaimana seharusnya pemimpin seyogyanya bersikap kepada anggotanya?

Hal ini juga menimbulkan pertanyaan apakah sistem dan mekanisme yang ada dalam organisasi tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan, atau justru sistem tersebut telah memuluskan tindakan otoriter oknum-oknum tertentu.

Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti laporan yang telah dilakukan oleh Ferizal dengan segera dan memberikan sanksi yang setimpal bagi pelaku. Tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Joko Bibir terhadap Fehrizal harus dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Kecaman dan keprihatinan juga disampaikan oleh oknum-oknum di organisasi lainnya. Mereka menyatakan bahwa peristiwa ini akan merusak citra baik organisasi mereka.

Diharapkan dengan adanya pemberitaan dan laporan ini, dapat memberikan efek jera bagi siapapun yang ingin menggunakan kekuasaannya untuk melakukan tindakan kekerasan. Selain itu, juga diharapkan adanya perubahan dalam sistem dan mekanisme di organisasi tersebut agar tidak lagi terjadi kasus serupa di masa yang akan datang.

Terlepas dari motif dan alasan apapun yang menyebabkan peristiwa ini terjadi, pemukulan yang dilakukan oleh Joko Bibir adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan sama sekali. Setiap individu, tidak peduli jabatan atau status sosialnya, harus menghormati hak asasi manusia dan berperilaku secara manusiawi terhadap sesama.

(A31/Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent comments

- Advertisement -spot_img