BerandaUncategorizedMiris!", Bocah SD Tantang Maut Berjalan Kaki Sejauh Dua Kilo Meter Demi...

Miris!”, Bocah SD Tantang Maut Berjalan Kaki Sejauh Dua Kilo Meter Demi Menuntut Ilmu, “Siapa Peduli?”

Author

Date

Category

Langsa: Trik News.co – Bocah SD anak pasangan Yoyok dan Mariani warga Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat-Kota Langsa. Bocah kecil itu rela berjalan kaki, menurut perkiraan berjarak sejauh dua kilo meter dari rumah tempat tinggal mereka.

Fenomena seperti ini kerap terlihat dan terpantau media trik news.co, baik diwaktu berangkat maupun pulang dari sekolah seperti pada Selasa hari ini (24/10), mereka terlihat berjalan kaki menuju ke sekolah.

Hal ini sangat beresiko bagi keselamatan mereka mengingat jalan yang mereka lalui merupakan jalan lintas nasional yang ramai lalu lalang kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Dalam konfirmasinya ketiga bocah yang duduk di bangku sekolah dasar tersebut mengaku bahwa mereka tidak memiliki kendaraan sebagai alat transportasi untuk pergi dan pulang sekolah.

“Harus jalan kaki om, ayah nggak ada kendaraan untuk antar jemput kami saat kami bersekolah, ini kami lakukan setiap hari demi untuk bisa belajar, ungkap sang bocah seraya menambahkan.

“Ini dua orang adik-adik saya yang harus saya jaga pada saat akan menyeberang jalan sesampai di lokasi tempat sekolah kami berada yaitu SDN Gampong Lhok Banie, tutur bocah itu menerangkan.

Sementara orang tua dari ketiga bocah SD tersebut Yoyok yang dikonfirmasi trik news.co membenarkan bahwa anaknya terpaksa harus jalan kaki saat pergi dan pulang sekolah.

“Benar, ketiga anak saya yang masih SD, mereka demi belajar rela berjalan kaki setiap hari sejauh dua kilo meter dari Gampong kami ke Gampong tetangga Lhok Bani, di sana sekolah mereka, ujar Yoyok orang tua dari ketiga bocah SD tersebut membenarkan.

Lanjutnya lagi, “saya pasrah dengan nasib, biar mereka berjalan kaki asal mereka bisa sukses dan berhasil dimasa yang akan datang, saya yakin dan juga percaya, tanpa kita bersekolah maka cita-cita yang akan kita gapai pasti tidak akan terlaksana.

Karena itu lanjut Yoyok lagi, “saya terus mensupport mereka dengan janji jika nanti ada rejeki maka akan saya belikan mereka sepeda untuk transportasi ke sekolah, ini janji saya kepada mereka, sebut Yoyok. “Yoyok menambahkan, namun hingga kini janji saya itu belum bisa saya penuhi dikarenakan penghasilan yang saya dapat sehari-hari tidak menentu.

“Jangan kan untuk memenuhi janji, buat makan sehari-hari pun terkadang tidak ada. “Meskipun begitu, saya terus memberi semangat kepada mereka anak-anak saya, agar mereka bersekolah walaupun harus berjalan kaki menantang maut menembus keramaian lalulintas jalan pada saat jam pergi maupun pulang dari sekolah, pungkas Yoyok.

Terkait fenomena ini, hal tersebut layak diduga disebabkan kurangnya perhatian serta dukungan dari pihak terkait dalam memperhatikan kelangsungan pendidikan bagi anak bangsa, khususnya di kota Langsa.

Disatu sisi Pemerintah pusat terus menggembar-gemborkan wajib belajar bagi anak bangsa, namun disisi lain lemah dan luput perhatiannya dalam mengsukseskan wajib belajar tersebut sebagaimana yang di harapkan pemerintah Pusat. (B.01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent comments

- Advertisement -spot_img