BerandaBINTANG KEHIDUPAN"Bintang Menuju Keabadian" Hadir Dalam Rindu

“Bintang Menuju Keabadian” Hadir Dalam Rindu

Author

Date

Category

16 Oktober 2022, adik Bintang menghembuskan napas kecilnya yang terakhir, usia 8 tahun 4 Bulan 26 hari, di sebuah ruang inap rumah sakit tepatnya di pangkuan Ibu kami. Ibu seorang, yang memangku dan menyaksikannya hingga detik-detik terakhir kepergian Bintang.
Hari ke-35 sejak itu, pada Minggu 20 Oktober 2022, kami diingatkan kembali atas kepergiannya. Di gereja, namanya dibacakan. Bersama orang-orang yang memiliki tujuan yang sama dengan dirinya, pergi ke surga.
Air mata mengalir tak terbendung, terbayang wajah kecilnya yang polos selama masih ada bersama kami. Rasanya sangatt rindu. Rindu yang selalu saja terlampiaskan dengan tangis dan air mata.
Namun rasa rindu yang kali ini datang berbeda, perasaan kehilangan yang terasa lebih nyata dari sebelumnya. Memang dia sudah pergi, tapi kali ini rasanya dia ‘benar-benar’ telah pergi, jauh, entah di mana. Sebelumnya masih tersisa sugesti dalam pikiran kalau dia masih ada bersama kami namun kali ini tidak, dia benar-benar sudah pergi jauh.
Beberapa hari sebelum hari di mana namanya dibacakan dalam gereja, hati dibingungkan dengan jenis perasaan rindu dan kehilangan yang kali ini ada. Batin gelisah mencari-cari keberadaannya, “di mana? di mana?” seolah sebelumnya dia masih berada di sekitar kami.
Hingga akhirnya kami tersadar, bahwa perasaan rindu dan kehilangan yang mengguncang batin itu adalah Bintang yang sedang berpamitan. Bintang berbicara dan menyampaikan ke dalam hati dan batin kami, kalau dia sudah pergi ke surga dengan bahagia bersama Bapa. Menyinggung rindu dan gelisah di pikiran kami agar kami menyadari pesan penting yang ingin ia sampaikan, bahwa dia sudah tidak di dunia ini lagi melainkan di tempat Tuhan Yesus.
Semalam, hari Minggu saat nama Bintang dibacakan di dalam gereja, itu seperti hari di mana ia dipanggil dan pergi menghadap Bapa di Surga. Itu sungguh-sungguh seperti titik waktu di mana Tuhan Yesus datang memeluk dan menggendongnya ke Surga. Dan hari di mana dia berpamitan dengan kami semua.
Semalam, hampir dari setiap kami memimpikan dirinya sedang bermain dan tertawa senang di sebuah tempat. Bintang masuk ke dalam mimpi abang Juah, di dunia Bintang tidak bisa berbicara, tapi di dalam mimpi itu Bintang bercerita dengan abang juah, katanya “aku di sini bisa jalan-jalan dan lari-lari bang. badanku ajanya yang kekgini (lemah) di dunia bang, tapi sekarang aku udah di surga main-main sama kawanku, ngapain abang nangis, aku pun banyak di sini kawanku baik-baik.” Dalam mimpi itu, Bintang berbicara entah dengan bahasa apa namun abang Juah mengerti.
Lalu, di malam yang sama Bintang juga ada di mimpi abang Jerry, menyatakan hal yang tak jauh berbeda. Katanya Bintang punya banyak teman, Bintang berlari-larian senang dan bilang, “kalian jangan sedih lagi bang,” terus pergi dengan melambai-lambaikan tangan sumringah.
Serupa dengan akak Icha, di malam yang sama juga Bintang hadir di mimpi dengan pesan yang sama pula, namun di sini dia tidak berbicara. Bintang hanya terlihat senang di tempat itu, Bintang anak kecil ganteng, sangat ceria, bersih dan penuh energi. Dia tertawa, gigi-gigi kecilnya rapi dan sangat lucu, dia berjalan, berlari, sesuka hatinya sebagaimana seorang anak kecil yang sangat aktif. Lalu, seperti hanya sebuah kilasan dalam mimpi itu pun berakhir.
Ini bukan seperti kepercayaan terhadap bunga tidur, tapi bagaimana rasa sayang kami kepada Bintang hingga menghargai apapun yang kami rasakan, yang kami alami, dan yang kami pahami, yang berkaitan dengan dirinya. Kami selalu percaya bahwa Bintang hanya akan kembali kepada Bapa di surga.
Selamat bahagia Bintang…
Bersama Tuhan Yesus,
Menjadi Bintang yang abadi di surga.
Penulis : Elisabet Hasugian, S.Psi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent comments

- Advertisement -spot_img