Masuk KPSP Danau Toba, Dinas Pariwisata Karo Lahirkan 10 Pilot Paralayang

Uncategorized
Bagikan:

Masuk KPSP Danau Toba, Dinas Pariwisata Karo Lahirkan 10 Pilot Paralayang

Tanah Karo-Dalam rangka mendorong pengembangan industri pariwisata dan
meningkatkan kunjungan wisata ke 5 Destinasi Super Perioritas. Salah satu dari 5 destinasi tersebut adalah kawasan Danau Toba.

Danau terluas di Asia Tenggara ini dikelilingi 7 Kabupaten di Sumatra Utara, salah satunya yakni Kabupaten Karo.

Kabupaten yang memiliki salam khas Mejuah-Juah ini merupakan bagian Utara dari kawasan strategis Danau Toba yang yang memiliki topografi alam sangat indah.

Terdapat beberapa objek wisata di kawasan ini seperti, Pemandangan Alam Air Terjun Sipiso-Piso, Lepas Pantai Tongging, Perbukitan Siparna Bolon (Gajah Bobok), Gunung Sipiso-Piso.

Masuknya kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Pariwisata Super Prioritas (KPSP), seluruh Kabupaten yang ada disekitar danau toba di tuntut untuk bekerja lebih keras, profesional dan kreatif untuk mengemas kawasan ini menjadi kawasan yang layak untuk dikunjungi wisatawan
mancanegara dan domestik.

“Oleh karena itu, Kabupaten Karo melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan sangat mengapresiasikan dan ikut aktif mengambil bagian untuk mendukung program ini (KPSP),” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo Munarta Ginting kepada Swarasumut.com, Minggu (9/2/2020) di Kabanjahe.

Lanjut dikatakan Kadis Pariwisata Kabupaten Karo, pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap beberapa kalangan muda Karo guna mempelajari olahraga dirgantara yaitu paralayang.
Pemilihan olahraga ini karena dukungan panorama alam yang sangat ideal untuk aktivitas penerbangan dengan selisih jarak ketinggian 700 meter dari take-off hingga landing.

“Paralayang merupakan salah satu cabang olahraga dirgantara yang cukup diminati di Indonesia,” tambah Munarta.

Munarta Ginting menyebutkan melalui pembinaan tersebut, saat ini telah terlahir 10 pilot Paralayang di Kabupaten Karo yang tergabung dalam Kuliki Paralayang
Club.

“Kegiatan (Paralayang) ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk
datang ke tanah karo nantinya,” sebutnya.

Menurut Munarta Ginting, pilot Kuliki Paralayang telah berlisensi yang didapatkan pada Desember 2019 di Bogor, Jawa Barat.

“Pilot Kuliki berhasil mendapatkan Lisesnsi PL1nya (Lisensi Pilot 1) di Puncak Bogor pada awal desember 2019 dibawah pelatihan instruktrur dari Papatong. Organisasi ini berfokus untuk meningkatkan potensi alam desa Tongging dan desa Pangambatan serta akan menjadi atlet
perwakilan Kabupaten Karo hingga Sumatera Utara dalam cabang olahraga
Paralayang,” pungkasnya.(DVS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *